Sejarah

Sejarah Gereja Kerasulan Baru di Indonesia mengalami pasang surut. Kesaksian perihal pekerjaan kemurahan Allah yang didirikan kembali, disebarluaskan di negeri ini oleh orang-orang Belanda, para pengikut F.L. Anthing, wakil ketua pengadilan tinggi kerejaan Hindia Belanda yang memasuki masa pension sekitar abad ke 19, yang tinggal di Batavia (sekarang Jakarta) di Pulau Jawa. Lama kelamaan banyak pula orang-orang Jawa yang menemukan pekerjaan Tuhan, salah seorang diantaranya bernamanya Sadrach Soeropranoto, yang sangat disegani oleh orang-orang muslim dan bersama-sama banyak orang sekepercayaannya menjadi kerasulan baru. F.L. Anthing sangat mengenali sifat-sifat khas orang ini, karena ia telah mengetahui dengan baik kebiasaan-kebiasaan dan tradisi setempat selama ia menjalankan profesi sebelumnya

Pada akhir tahun 1870 F.L. Anthing pergi ke Eropa, untuk menjalin hubungan dengan Rasul Schwarz. Rasul Schwarz mentahbiskan beliau menjadi Rasul untuk Indonesia. Namun F.L. Anthing meninggal dunia segera sesudah perjalanan pulang akibat kecelakaan lalulintas. Sebagai penggantinya, Rasul Lim Tjoe Kim, seorang Cina keturunan untuk bekerja di Pulau Jawa. Pekerjaannya diberkati Tuhan; keberhasilan yang luar biasa ia dapatkan pada orang-orang desa, terutama Magelang. dimana banyak orang menemukan mezbah Tuhan. Namun ia pun tak lama memangku tugas jawatan tersebut, karena kemudian ia meninggal dunia. Tahun-tahun berikutnya Rasul Hanibals, Jacobs dan Schmiz bekerja di Pulau Jawa, di samping mereka, di bagian pedalaman bekerjalah Rasul Sadrach Soeropranoto, yang mencapai usia 100 tahun, terus bekerja di dalam pekerjaan Tuhan sampai akhir hayatnya. Pada akhir hayatnya di wilayahnya terhitung 52 sidang dengan kurang lebih 5.000 jiwa. Sesudahnya pekerjaan ini dilanjutkan oleh Rasul Jotham Martoredjo dan Kepas Tjitrowiryo yang melayani penduduk pedalaman; Rasul Kepas (Para penduduk asli lebih suka menyapanya dengan nama depannya saja) dibantu dengan Uskup Kenow Sutoredjo dan Oudste Martasudarma. Ia diberi pengasoan oleh Rasul Fasen dan pada tahun 1940 karena usia lanjut dan kemampuan fisiknya yang sudah melemah. Rasul Martoredjo meninggal dunia tak lama kemudian

Sampai tahun 1947 sidang-sidang jemaat di Pulau Jawa di rawat oleh Rasul Faasen, yang ditahbiskan menjadi Rasul pada tahun 1928. Ia selain mengurus bangunan gereja yang telah ada di Cimahi juga mendirikan sebuah gereja di Magelang. Kemudian dibangun pula Gereja-gereja dibandung, Batavia dan Surabaya. Dalam sebuah rapat besar yang dihadiri oleh hamper seluruh pemangku jawatan, beliau meletakan dasar untuk memungkinkan keseragaman seluruh sidang jemaat.

Pada saat pecah perang melawan Jepang, Rasul Faasen sangat terhalang dalam menunaikan tugasnya, sehingga pada tahun 1942 hanya dapat melayani sidang di Cimahi. Dimana mana hanya ada penderitaan dan kemiskinan, para saudara-saudari menjadi terpencar ke berbagai desa, tidak ada lagi hubungan melalui pos, serta tidak memungkinkan terjadi kontak pribadi satu sama lain. Rasul Faasen beserta keluarganya diasingkan dan hamper satu tahun lamanya dipisahkan dengan milikNya. Namun tangan Tuhan tetap melindunginya dengan aman beserta anggota keluarganya dari kematian, meskipun beliau harus menghabiskan waktu yang berat di dalam tempat-tempat tawanan dan penjara-penjara yang berbeda. Pada tahun 1949 ia beserta keluarganya dipaksa meninggalkan negeri ini, maka ia pulang ke Belanda.

Pada tahun-tahun pendudukan Pulau Jawa oleh tentara Jepang, Markam Martasudarma yang sementara itu telah di tahbiskan menjadi Uskup, mempersembahkan banyak kurban. Ia patut diberi ucapan terima kasih, karena atas usaha-usahanya di beberapa siding jemaat dapat dimulai kebaktian-kebaktian serta banyak kesulitan yang diakibatkan oleh keadaan ini dapat diatasi.

Rasul Distrik H Tansahsami
Pada tahun 1951 Oudste Distrik Tan Biang Sing (Hendra Tansahsami) dipanggil oleh Rasul Ke pala Bischoff ke Frankfurt am Main. Ia ikut ambil bagian dalam kebaktian pada tanggal 5 Agustus 1951, yang untuk pertama kalinya seorang rasul kepala mengundang seluruh rasul yang aktif seperti juga beberapa jawatan distrik dari seluruh distrik rasul, termasuk distrik-distrik negara diseberang lautan. Beliau menjual sebagian perabot rumah untuk membiayai perjalanannya. Di Frankfurt Rasul Kepala Bischoff mempercayakan kepadanya jawatan Rasul Distrik dan melimpahkan kepadanya tanggung jawab sebagai pemimpin siding-sidang jemaat di Indonesia.

10 Responses to Sejarah

  1. Sepsianto(Yosep) says:

    Kalau Melihat sejarahnya GKBI secara ringkas di Website GKBI Sungguh luar biasa dan Penghargaan yg setingi tingginya kepada Beliau yg membuat Cikal bakal GKBI sehingga sampai pada saat ini.terutama kepada Rasul,Sadrach Soeropranoto yg berhasil 52 sidang dengan kurang lebih 5.000 jiwa.di tahun 1870 an, mereka mereka inilah yg betul betul bekerja dalam Ladang Tuhan. biasanya kalau dalam sebuah negara mereka di sebut PAHLAWAN, dan biasanya akan di abadikan untuk di jadikan sejarah bagi anak cucu kita nanti, dan di sosialisasikan melalui sejarah. Akan tetapi tidak demikian dalam Sejarah terbentuknya Gereja Kerasulan Baru yng saya lihat, saya Lahir di tahun 70 an akan tetapi saya baru tahu di sekitar tahun 2000 an. Melalui website GKBI, kalaupun ada beberapa yg tahu yg seangkatan saya itupun mereka denger cerita dari Kakek nenek mereka. Tapi lain hanya di masa kepemimpinan Rasul Tan Biang Sing (Hendra Tansahsami) mulai di sosialisasikan jadi di generasi kita tahunya hanya mulai di masa kepemimpinan beliau, dan kalau tdk salah Fotopun Wajib di pajang di Ruang Imam setiap sidang mulai dari Foto2 beliau, padahal jauh sebelum itu sudah ada yg merupakan Pelopor GKBI. Terkait dg hal ini saya mempunyai beberapa pertanyaan semoga berkenan untuk menjawabnya

    1.Mengapa Foto Beliau2 Pelopor GKBI tdk di Pajang dlm Ruang Imam di setiap sidang….? Apakah tdk ada fotonya….? Tetapi saya melihat di website GKBI sebelumnya Ada. Atau karena beliau2 masih memakai Blangkon sehingga itu tdk berkenan….?

    2.Kenapa Sejarah yg begitu pentingnya Tidak di sosialisasikan Kepada Kita mungkin melalui Sekolah Minggu, Sekolah agama, Katekisasi……? Atau jika perlu Melalui Media KELUARGA KITA, bahkan saking penasarannya saya membaca Sejarah GKBI dari orang lain bukunya di tulis oleh Dr.Th.Van Den End (RAGI CARITA ) Ragi carita: sejarah

    gereja di Indonesia
    Oleh Th van den End
    Diterbitkan oleh BPK Gunung Mulia, 1999
    ISBN 9794151882, 9789794151884
    Vol. 2: Cet. 3 (rev.).

    Di sini Ada Foto Foto Rasul Kita

    Hal ini telah saya Utarakan kepada para pembawa berkat kita

  2. Margono/Bali says:

    Jawaban :
    1.Mungkin sidang-sidang gereja kita tidak semuanya memiliki foto yang dimaksud. Mungkin di Web ada, namun sepertinya sulit bagi sidang di daerah2 untuk men d/l foto di web.

    2. Saya setuju banget tuh.. sejarah berdirinya gereja kita secara detail diajarkan kepada anggota. kayaknya lebih sip melalui majalah Keluarga Kita .

    Mohon maaf jika kurang berkenan… sekedar menanggapi. keliatannya belum ada yang nanggapi hehehehe…..

    GBU

  3. imelda says:

    Numpang nanggapi….
    Saya setuju dengan pembahasan sejarah GKBI, yg da di Indonesia pd khususnya. Tp kynya yg pertama di Skotlandia jg sangat penting…krn ksulitan kita adalah utk menjelaskan org yg blm tau mjd tau butuh pengetahuan yg lebih byk lg……so?
    mari kita sama2 berbagi info & dpt mencari domba terakhir utk segera ditemukn….nuwun …..GBU

  4. Sepsianto(Yoseph)Bjn,Dpk says:

    Wah tampilannya beda nih
    Terimakasih kepada Pengelola Blog, juga buat Prister Sinung

    Sangat benar sekalijika di daerah sulit untuk mengakses web ataupun segala sesuatu yg berkaitan dengan teknologi informasi, akan tetapi dahulu foto foto rasul distrik sedunia itu di bagikan kepada setiap sidang, seperti susunan struktur organisasi, jika di Pusat Ada lah mbo yo di shering kan yo iso…?!!

    Salam

    • gkbi says:

      Sy setuju dengan usulan mas sepsianto kl sebagian besar sidang kota ada di daerah yg sulit untuk mendapat akses internet. Dan usulannya untuk untuk sharing foto ke sidang-sidang akan sy teruskan kepada yg di atas.

  5. kami mendukng segala bentuk kegiatan gereja kerasulan baru . . kami juga butuh banyak materi lagi mohon di tempel . . . MERCI beacoup

  6. sepsianto,Bjn,Dpk says:

    Nilai dan Pentingnya Web-web dan Blog RELIGI

    Selamat dan sukses Kepada
    Distrik Surakarta dan Tasik Malaya Luar Biasa “ Bagus “ DKI – Jabar Mana ya…..?

    Bagus dan inofatif semoga terus Eksis di dunia Maya dan memberikan yg terbaik, dengan banyaknya web web Religi semoga bisa menjadi AntiVirus bagi Kaum muda, karena di dunia maya banyak sekal iweb web yg hanya memenuhi kebutuhan Duniawi saja, jika web atau Blog spt ini lebih banyak lagi lebih tepat sasaranuntuk ajang sosialisasi baik Moral,Sepiritual, Sosial dan banyak hal yg lainnya selain Religi itu sendiri, dan kaum muda yg sudah terbiasa dan terlena dengan dunia maya mungkin akan mulai mengalihkan perhatiannya ke hal hal yg lebih Religi ( Jika mengaksesnya )

    Ok intinya Kita sudah mulai masuk dan kita harus bisa menjadi ANTIVIRUS dan menjadi Pelayan Pelayan untuk Umat Manusia, dan bisa mewujudkan Program 1/Mil (Satu Permil)

  7. gkbbjn.blogspot.com says:

    Apakabar semuanya para Blogker dan anggota GKBI kenapa forum ini jadi sepi…? Ayo dong kita tingkatkan kreativitas dan hal yang postitf dalam membangun sebuah Kepercayaan. jika kita mempunyai waktu bekerja dari pagi sampai sore beberapa menit luangkan waktu untuk Tuhan !

    Salam Kasih nan mesra

  8. Samuel/DKI says:

    Wah saya sudah ketinggalan nih komentarnya. Sejarah perkembangan gereja dari masa para rasul awal sampai masa sekarang sebenarnya sudah diulas dalam Pelajaran Sekolah Agama. Memang tidak semua dari kita berkesempatan mengikuti pelajaran Sekolah Agama karena baru beberapa tahun dibakukan pelajarannya (walaupun sebelumnya sudah ada bukunya). Tetapi saya lihat dalam Pelajaran Sekolah Agama pun, sejarah perkembangan GKB di Indonesia tidak terlalu dalam diulas. Ada baiknya sejarah tersebut dibahas secara mendalam melalui buku khusus yang diterbitkan oleh Kerasulan Baru.

  9. yoseph says:

    Salam Kasih
    Saya setuju dg saudara Samuel,mungkin untuk menelaah sejarahnya kita bisa ambil dari nara sumber yg jelas di tempat para rasul Dulu. sebelum menamakan dirinya Gereja Kerasulan baru . bisa kita dapat dari Masing Masing sidang, Spt Sidang sidang JOGJA dan sekitarnya.seperti NGABEAN MANGGIR yg memiliki sejarah yg hampir sama dg sidang2 di seluruh JAWA. sebelum Saksi2 sejarah itu di panggil pulang Allah bapa kita. mungkin bisa di namakan Pra sejarah Gereja kerasulan baru, jika buku itu bisa di terbitkan.sehingga kita semua pun bisa tahu dasar dasrnya leluhur kita menganut kepercayaan GKB.
    Demikian sheringnya. GBU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: