SUSTAINABLE GROWTH OF FAITH

Sustainable (Berkelanjutan ) itulah pertanyaan besar yang menjadi tantangan kita kedepan dalam pertumbuhan sidang jemaat pada umumnya, dan perkembangan keimanan pada khususnya.kenapa demikian….? Pertanyaan ini muncul di beberapa sidang yang berada di daerah, atau mungkin pedalaman…! hal ini di karenakan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi kehidupan jasmani yg berimbas pada kehidupan kerohaniannya. Halini juga berkaitan dengan Program 1/ Mil yang di galakan Beberapa tahun yang sudah lewat. Jika program 1/mil adalah program yg sangat bagus dalam pertumbuhan suatu sidang jemaat. Bisa kita bayangkan jika 1/mil ada sidang. Berapa banyak anak anak allah yang ada di muka bumi ini. Akan tetapi bisa kita lihat perkembangan yg berkembang cepat justru di Perkotaan, sedangkan di daerah daerah. Justru perkembangan bisa di katakan tidak ada peningkatan. Hal ini karena mereka ber migrasi ke perkotaan. Sedangkan di sidang perkotaan kewalahan menampung Anak anak Allah sebagai dampak Urbanisasi.

Padahal Anak-anak dalam satu sidang jemaat atau bahkan dalam satu Distrik kita dapati banyak sekali anak-anak secara khasat mata, nah mereka mereka inilah yang akan membawa misi keberlanjutan itu. Karena merupakan generasi penerus dalam pertumbuhan sebuah sidang ( Distrik itu sendiri ) akan tetapi apa jadinya jika dalam satu sidang jemaat di daerah yang ada tinggal Anak anak dan Nenek/Kakek kakek. Karena pada saat anak anak itu tumbuh menjadi remaja dan telah menyelesaikan Study di tingkat SMP/SMA anak anak ini akan bermigrasi ke perkotaan dangan berbagai alasan, baik itu mencari pekerjaan, melanjutkan Study dan lain lainnya. Lalu bagaimana solusinya…? Hal inilah yg patut kita cermati bersama, dan menjadi tuga semua anak-anak Allah.

Hanya satu kata yg kita semua ingin dengar dalam kehidupan kepercayaan kerohanian kita adalah KEBERLANJUTAN,( Sustainable ) dalam arti kata Generasi-generasi penerus Anak-anak, remaja akan menggantikan yg tua tua yang akan meninggalkan jasadnya di bumi ini. Kenapa keberlanjutan yg di usung dalam tema ini, karena kepercayaan bisa saja mandeg, berhenti tidak , bertumbuh , tidak berkembang atau tidak terpelihara dengan baik,( Sebagai Contoh dalam Satu Keluarga Kerasulan dg 5 Anak akan tetapi hanya 2 anak yg bisa tetep mengikut Yesus dan sisanya meninggalkan Kristus ) itu namanya tidak Sustainable,dan di situlah kepercayanan menjadi Mandeg tidak ada kelanjutannya.hal ini banyak sekali di alami di Daerah daerah di Indonesia, di dalam kehidupan kerohanian sebetulnya di berikan talenta masing masing sesuai dengan ukuran dan kemampun kita. Akan tetapi Allah berkeinginan agar seberapa pun talenta yg kita miliki jika itu di kembangkan dan menjadi tumbuh, berkembang bertambah, sehingga bisa di sebut Berkelanjutan. ( Sustainable ) Baik itu di dalam diri kita sendiri atau dalam satu sidang jemaat bahkan bisa lebih luas lagi.karena dalam kehidupan Tak ada satu perbuatan pun yang tak memiliki imbalan (konsekwensi) itu hukum dunia, tak ada yang tak ingat masa lalu, tak ada yg tak punya masa depan, tak ada yang hanya dapat menggenggam masa kini. Tak ada yang tak punya hak, tak ada yang tak memiliki kewajiban apapun, hanya ada kebutuhan dan keinginan itulah cara meraih Kehidupan, itulah cita-cita. Dan itulah Manusia. karena, daging telah menyelimuti kulit dan darah mengalir membakar Nafsu, Amarah, Iri dengki, egois,kesombongan, Congkak, Itulah Manusia. dan kesadaran harus tumbuh dalam diri manusia, yaitu menyadari bahwa selama manusia mendiami tubuh maka dia masih jauh dari Tuhan.

Seperti dongeng di negri ini yang sedang belajar BERDEMOKRASI tetapi Pluralisme menjadi pudar, budaya ketimuran mulai luntur, tatakrama mulai tak jelas, kebebasan beragama mulai terusik, pendirian tempat ibadah makin sulit , Sopan santun menjadi nomer ke sekain, Kerukunan mulai renggang, semua kasus mulai terangkat, yg Baik merasa punya hak, yg jahat pun merasa punya hak, semua berkomentar, semua menghakimi, merasa paling benar dan yg lainnya salah. dan Aliran Alairan Radikal mulai mengembangkan sayap karena juga merasa punya hak .itu semua terjadi karena RASA TAKUT, KECURIGAAN, KEHAWATIRAN dan lain lain dan lain lain dan lain lainnya…? itulah MANUSIA…!” tapi ketahuilah wahai NEGRI ku BAIK dan BURUK, SALAH dan BENAR Itu adalah ukuran MANUSIA, tetapi ukuran TUHAN “Baru Berprasangka Buruk saja Sudah BERDOSA” Jadi Manusia manakah yg Akan memiliki SURGAnya…? Taukah kalaian wahai manusia siapa di antara kalian yg akan Mendiami Surga jika di antara kalian merasa paling benar….? Paling Baik…

Saudara dan Saudari yang kekasih akan tetapi kemurahan datangnya dari DIA yang telah terlahir untuk kita semua untuk membebaskan dari Cengkeraman Si Ular dan meremukan kepalanya.dan kita di bebaskan dari semuanya itu. Maka dengan datangnya Dia kita jadi bisa memiliki Kasih, baik Kasih kita kepada Tuhan Allah Bapak kita atupun Kasih terhadap Sesama Manusia, dan itu di wujudkan dan di tuangkan dalam HUKUM KASIH yag Ia Ajarkan kepada Umat Manusia, untuk dapat memiliki kasih sayang, kelemah lembutan dan dari segala macam sifat sifat kedagingan (MANUSIA) dan menumbuhkan Rasa Peduli dalam sanubari Manusia, sehingga Manusia di sebut Sebagai Mahluk Tuhan, Mahluk Sosial, yg merupakan Mahluk yg paling sempurna dari pada Mahluk mahluk ciptaan Allah yg lainnnya, karena di karuniai Akal budi dan Rasa Kepedulian terhadap sesamanya.

Rasa peduli adalah ibarat batu bata untuk bangunan yang bernama KASIH. Tanpa adanya kepedulian tidakmungkin tedapat rasa kasih pada seseorang. Apa yang di maksud dengan kepedulian ..? kepedulian adalah kesanggupan untuk peka terhadap kebutuhan orang lain serta menempatkan diri dalam keadaan orang lain ( Empati ) dan peduli adalah soal bagai mana kita memperlakukan sesama kita.

Menunjukan kepedulaian, bersikap baik hati, mau berbagi, menolong dan memberi adalah cara cara kita untuk menunjukan bahwa kita peduli. Peka yang di bicarakan di sini bukan berarti sikap orang yang perhatiannya tertuju ke dalam, kepada dirinya ( Self-centered ) sehingga mudah tersinggung perasananya , melainkan sifat orang yang perhatiannya tertuju keluar, kepada orang lain yang mudah merasa iba kepada orang lain ( extra-centered sensitivity ) kepekaan dan kepedulian membuat orang melihat keluar dari dirinya dan menempatkan dirinya di dalam orang tersebut atau menyelami perasaan dan kebutuhan orang lain, lalu menanggapi dan melakukan perbuatan yang di perlukan untuk orang lain dan dunia di sekelilingnya

Kepekaan dan kebijaksanaan ini yg semakin di lupakan oleh sebagian Manusia Pada umumnya dan ini pun terkadang bisa kita lihat dalam lingkungan kita sendiri ( Sidang Jemaat ) Kepedulian, kepekaan terhadap saudara sudari kita kadang terabaikan, terlupakan oleh kesibukan dan aktifitas yg lebih kepada kepentingan diri sendiri, atau bahkan karena Status social atau bahkan latar belakang pendidikan yg kita miliki sehingga kita merasa “lebih” dari pada orang lain. Hal inilah yg patut kita waspadai karena Allah Bapa Surgawi Telah menujukan jalan Terang Bahkan Keselamatan untuk Kita Raih di masa masa penantian ini, jadi kita patut terus berusaha untuk patut karena Bapa surgawi akan menjemput mereka mereka yg sedang berusaha untuk meraih Kepatutan . sebab tidak ada satu manusiapun yg bisa melakukan hal yg sempurna, Karena manusia itu Berdarah dan berdaging, Irihati, Dengki, Serta SOMBONG, tapi ingat ada satu manusia yg bisa menang melawan kedagingan itu, dan dia bisa Manungaling Ka…wulo Gusti, dialah yg jadi panutan kita semua YESUS Dia Mengobati orang yg sakit, dia datang nanti bukan menjemput manusia yg sempurna, tapi Manusia yg sedang mencari kesempurnaan yg akan di jemput sebagi pangantin.

Kiriman Artikel Dari : Sepsianto

8 Responses to SUSTAINABLE GROWTH OF FAITH

  1. jonatan says:

    Shalom…Salam damai Sejah tera..
    Saya lihat penulis ini aktif menuliskan unek2nya ya ..? bagus sih cuman antara tema dan isinya kurang masuk mengangkat Keberlanjutan Iman atau Kepekaan..? Btw itu ga jadi soal kalau di kaitkaitkah toh bisa ketemu.tapi saya salut dengan kreatifitas anda.dari pada NATO (No Action Tolk Only)
    Teruskan Posting Artikelnya bisa bermanfaat kok buat orang lain. GBU

  2. keren sekali Tuhan memberkati

  3. terimakasih pak jonatan atas saran dan kritik yang membangun ia saya menuliskannya sambil kerja dan itu sepintas lalu saja dan itu bisa di kembangkan dengan presepsi masing2 org yg membacanya jadi yg mau saya tuliskan adalah suatu kasus yg terjadi dalm perkembangan sidang jemaat pada umumnya yg banyak terjadi. kaitanya dengan kepekaan adalah. kita sebagai umat kristiani pada umumnya tdk menyadari hal itu ( kurang peka terhadap hal hal yg demikian) BTW itu kritik yg sangat membangun dan terimakasih atas kesedianan bapak untuk membacanya (menghargai kreatifitas) saya. Tuhan Memberkati

  4. Tetap Semangat Salam dari Gereja Isa Almasih

  5. terimakasih pak jonatan atas saran dan kritik yang membangun ia saya menuliskannya sambil kerja dan itu sepintas lalu saja dan itu bisa di kembangkan dengan presepsi masing2 org yg membacanya jadi yg mau saya tuliskan adalah suatu kasus yg terjadi dalm perkembangan sidang jemaat pada umumnya yg banyak terjadi. kaitanya dengan kepekaan adalah. kita sebagai umat kristiani pada umumnya tdk menyadari hal itu ( kurang peka terhadap hal hal yg demikian) dalam halini suatu kepekaan di butuhkan dalm membangun sebuah kepercayaan yg berkelanjutan BTW itu kritik yg sangat membangun dan terimakasih atas kesedianan bapak untuk membacanya (menghargai kreatifitas) saya. Tuhan Memberkati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: